There was an error in this gadget

Friday, September 16, 2011

Gadis 20 Tahun Tak Pernah Merasakan Lapar dan Haus




img
Molly Smith (dok: SWNS)
Jakarta, Seorang gadis berusia 20 tahun akhirnya bisa makan kembali setelah 15 tahun menderita kondisi langka yang membuatnya tidak bisa menyerap makanan, sehingga tidak pernah merasa lapar dan haus. 


Molly Smith (20 tahun) dilarikan ke rumah sakit saat masih anak-anak setelah mengalami masalah pada ususnya. Ia menderita kondisi langka yang disebut intussusception. 


Kondisi ini membuat dokter terpaksa membuang organnya, yang membuat Molly kecil tidak mampu untuk mencerna makanan atau minuman. 


Karena operasi tersebut, dia tidak mampu mencerna makanan atau minuman dan harus diberi makan melalui tabung langsung ke dalam jantungnya selama 15 tahun setelahnya. 


Selama 15 tahun berikutnya, Molly harus menghubungkan dirinya ke mesin selama 12 jam setiap hari untuk memasukkan nutrisi langsung ke darah melalui jantungnya. 


Dia melekatkan tabung dengan lubang di dadanya, yang harus ditutupi oleh plester pada siang hari. 


Namun, hati Molly rusak parah karena mencerna nutrisi konsentrasi tinggi yang dimasukkan oleh tabung. Kondisi ini membuatnya membutuhkan transplantasi untuk menghindari kematian. 


Satu hari sebelum ulang tahunnya yang ke-16, Molly menjalani transplantasi berbahaya untuk 3 organ selama 12 jam di Birmingham Children’s Hospital. Transplantasi dilakukan untuk menggantikan hatinya, usus dan pankreas. Perlahan-lahan ia belajar untuk makan dan minum lagi. 


Namun karena bertahun-tahun tumbuh tanpa makanan, membuatnya tidak pernah bisa merasakan lapar dan haus. 


"Saya tidak mendapatkan kesenangan dari makanan dan harus mengingatkan diri sendiri untuk makan dan minum pada waktu makan," ujar Molly yang berasal dari Buckden, Camb, seperti dilansir SWNS, Rabu (3/8/2011). 


Molly mengatakan makan adalah pengalaman baru baginya. Ada begitu banyak rasa dan tekstur yang harus ia biasakan. Menurutnya, pengalaman makan sangat sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. 


"Saya mempelajarinya (makan). Saya suka keripik dan tidak suka cokelat," ujarnya. 


Ketika masih makan dengan menggunakan tabung, ia mengaku tidak pernah mengalami aspek sosial dari makanan. Jika orangtua memberikan makan, ia hanya duduk di meja dan membaca buku. 


"Saya masih belum mendapatkan kesenangan dari makan dan saya lupa untuk makan dan minum, kadang-kadang saya tidak pernah merasa lapar dan haus. Tapi saya mengelola untuk mempertahankan berat badan sehat," jelas Molly.

No comments:

Post a Comment